Entah Mengapa versi Kedua: Daktarin Masa Milenium


Hari ini, saya punya tiga versi “entah mengapa”.

Pertama,
Entah mengapa, hari ini begitu melelahkan, sudah seminggu lebih atau bahkan dua minggu lebih jam tidur berubah total, ya berubah total. Waktu shubuh menjadi ajang pertama memejamkan mata, siang menjadi pagi, malam menjadi sore. Dan tahukah yang lebih menyebalkan? Kepala ini serasa dipukul, si “penat” berkumpul tepat di tengah dahi. Setia duduk, sambil tidak melakukan apapun, bahkan mundur atau maju selangkahpun tidak. Mau dikata apa, sekarang si “penat” sudah menjadi teman setiaku setiap hari, tak ada yang menduakanku dari apapun kata dia.  Continue reading “Entah Mengapa versi Kedua: Daktarin Masa Milenium”

Bingkai Roda Kehidupan [kutipan-kutipan kecil] part 1


Ini merupakan sedikit kutipan yang lumayan bagus untuk dihayati atau minimal jadi satu ide tersendiri ketika membacanya.  Semoga api semangat berjuang akan terus berkobar dengan trigger semangat dari kutipan-kutipan di bawah ini. Mari berbagi!! 🙂

Kita adalah seorang pejuang. Panjangnya jalan yang akan kita lalui di depan kita, adalah sebuah impian yang harus kita gapai.

Mengarungi samudra kehidupan,
Kita ibarat para pengembara,
Hidup ini adalah perjuangan,
Tiada masa tuk berpangku tangan.

Setiap tetes peluh dan darah,
Tak akan sirna ditelan masa,
Segores luka di jalan Allah,
Kan menjadi saksi pengorbanan.

# Bingkai Kehidupan, Shoutul Harokah

Buatlah Indonesia tersenyum dengan kontribusi kalian!! 

Firman Allah SWT QS. Al Mujadilah ayat 11 dinyatakan bahwa “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”. Bahkan dalam HR. Muslim dijelaskan juga bahwa, “Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga”. Ini menggambarkan pada kita betapa mulianya orang-orang yang berilmu

# Sumber: disini

Jangan mengatakan cinta, jika kita tidak ingin berkorban >> Jangan mengatakan cinta kepada Indonesia, jika kita tidak ingin berkorban untuk indonesia.

Dalam sebuah artikel tentang mahasiswa, menyebutkan bahwa >> Mahasiswa merupakan entitas yang bisa menikmati nikmatnya konsep intelektualisme di tingkat perguruan tinggi. Oleh karena itu, bukan saatnya lagi bagi mahasiswa untuk bersifat egois, melakukan demonstrasi atas kebijakan pendidikan di kampus saja (terkadang anarki). Sekarang saatnya mahasiswa harus memikirkan solusi atas permasalahan di dunia pendidikan ini, terutama Indonesia. kesimpulan dikit: Think Global!! 🙂

# Peran Strategis Mahasiswa/Pemuda Indonesia

Revitalisasi Peran Strategis Mahasiswa untuk Menjawab Tantangan Realitas

Sebagai anak bangsa kita semua mendambakan terwujudnya masyarakat dan bangsa Indonesia yang cerdas dan berbahagia serta makmur melalui pendidikan nasional. Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan sistem pendidikan yang meng-Indonesia-kan. Pendidikan di Indonesia dewasa ini cenderung menuju kepada suatu tragedi nasional karena kekurangmantapan kebijakan pendidikan, kurangnya profesionalisme birokrasi pendidikan serta masih kurang profesionalnya pelaksana pendidikan. Hal ini disebabkan antara lain karena melemahnya ideologi berbangsa yang berdasarkan Pancasila.

Pentingnya pendidikan tinggi seharusnya tidak hanya sekedar sadar atau reseptif akan kemajuan ilmu dan teknologi masa depan, tetapi seharusnya pendidikan tinggipun berfungsi untuk membenahi tingkat pendidikan di bawahnya. Paradigma yang ada beberapa bagian aktivitas para mahasiswa senantiasa dihabiskan dengan hanya belajar dikelas, menerima dan mengerjakan tugas dan bermain. Begitulah pemandangan suram yang sering kita lihat dalam dunia kampus. Barangkali, apabila karena faktor internal (karena mahasiswa itu sendiri) maka bisa kita maklumi. Akan tetapi apabila hal ini karena akibat sistem yang membuat mereka seperti itu dalam kehidupan kampus, maka bukan waktunya lagi mahasiswa untuk diam dan jalan ditempat. Mari kita cermati, akibat tepenjaranya gagasan-gagasan mereka (mahasiswa) yang cerdas, maka tidak heran apabila kita melihat berbagai organisasi mahasiswa hanya terlihat nampak hidup dalam kampus (action in the box) bagaikan lembaga seminar, komunitas pembuat proposal, tempat mengobrol dan lain sebagainya. Walaupun begitu, ditengah meningkatnya atmosfer wabah ‘hedonisme’ yang menjangkit para mahasiswa masih kita lihat dan menemukan sosok-sosok mahasiswa idealis yang walaupun mereka kaum minoritas tapi peran mereka mayoritas dalam memberikan solusi terhadap masalah yang ada, tentunya dengan kecerdasan pembuatan kebijakan-kebijakan yang mereka buat. << Merindukan mahasiswa seperti ini!!

#Sumber: disini

Ada orang berkata bahwa kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh seberapa besar niat dan kemauan para kaum terpelajar untuk memajukan bangsanya. Cikal bakal kaum terpelajar tersebut salah satunya mahasiswa >> Mahasiswa mempunyai kadar tersendiri dengan track record baik pada masa perjuangan Indonesia (sebelum kemerdekaan) yang berawal dari para kaum terpelajar

#Sumber: disini

selamat berkarya untuk Indonesia yang lebih baik.
Lab Akses, N111.
Institut Teknologi Telkom 10:59 pm

Menggambarkan Kepribadian Kita [jilid 2]


Baca dulu, mengenal kepribadian jilid 1 😀

Pada postingan sebelumnya kita sudah membahas tentang alasan pentingnya mengenal diri sendiri, baik dari beberapa sumber ataupun pendekatan saya sendiri di dalam mengupasnya. 🙂 Untuk jilid kedua ini kita akan membahas tentang kelebihan masing-masing karakter. Biasa, untuk pemanasan kita akan berbicara yang baik-baik dulu. Hehehe…

Jika kita berbicara mengenai kelebihan, satu quotes dari orang yang tak dikenal mengatakan bahwa

Positif yang dibawa sampai ujung yang ekstrim itu dapat menjadi negatif Continue reading “Menggambarkan Kepribadian Kita [jilid 2]”

Jangan Katakan Ini, Pada Anak-anakmu!!


Melihat kelucuan anak-anak dibawah usia 3 tahun, benar-benar memberi sedikit pengaruh besar tentang ketertarikan untuk mempelajari dunia psikologi anak, entah itu mempelajari tentang kemampuan anak meniru, ataupun tentang tumbuh kembang anak. Sulit diterima mungkin, melihat jurusan yang ditekuni sekarang benar-benar jauh berbeda dengan konsepan ini. Tapi tidak menjadi masalah dong, itung-itung persiapan  jadi bapak bagi anak-anak. Hehehe. .

Kebiasaan melarang bagi orang tua bagi anak, terkadang menjadikan suatu masalah tersendiri jika dikaitkan dengan tumbuh kembang anak, apalagi dengan cercaan-cercaan atau mungkin lontaran seketika orang tua pada anaknya. Berikut ini saya kutip dari berita yahoo tentang sedikit larangan bagi orang tua terhadap anaknya. Semoga bisa menjadikan ilmu tersendiri terlebih bagi penulis untuk kedepan. 🙂

Continue reading “Jangan Katakan Ini, Pada Anak-anakmu!!”

Goresan Tinta Itu. . Abadi


Jika kita berbicara mengenai menulis, maka pasti kita akan berbicara mengenai ekspresi diri, atau mungkin hanya berkisar antara “cara” untuk memuntahkan apa yang ada di pikiran kita dalam sebuah tulisan. Bukan menjadi sebuah rahasia pribadi jika memang menulispun masih menjadi angin-anginan, bisa produktif bisa hanya sekedar sharing pengalaman saja, bahkan bener-bener terkadang tulisan pun ada yang berpengaruh dengan tren serta ilmu yang benar-benar sedang update. Saya yakin, Google tidak akan se-wah seperti sekarang saat memang tidak ada satupun orang di dunia ini bergerak dari yang namanya menulis. Hehe. . Continue reading “Goresan Tinta Itu. . Abadi”

Amanah


Sempat juga buat notes ini di facebook pada waktu di kampus sedang ada rame-ramenya masa kampanye baik itu rektor, maupun dari KBM. Trending topic pada waktu itu adalah tentang pencalonan, dan tema yang paling pas dibahas pada waktu itu, tak lain dan tak bukan adalah Amanah. Pada waktu itu memang sengaja membuat notes ini mengingat tidaklah sedikit orang yang belum menyadari seberapa penting dalam menjaga maupun menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya. [Post ini sekaligus mengingatkan kepada penulis agar selalu ingat menjaga amanahnya. :)] Continue reading “Amanah”

Siapa yang teroris?


Jika memang dunia diam dengan realitas di bawah ini, mengapa harus indonesia (apalagi Islam) yang harus di gembor-gemborkan dengan predikat teroris? Apa kalian tutup mata dengan realitas yang ada? Disana semua di bombardir, diserang habis-habisan. Tak peduli anak, orang tua, perempuan. Mengapa negara-negara lain yang selalu berbicara “tentang HAM” selalu bungkam dengan keadaan ini? Siapa teroris yang sesungguhnya?