Tangisan Kota Kelahiran


Rabu lalu sengaja saya melangkahkan kaki untuk pulang ke kampung halaman. Perjalanan yang cukup agak lama (+/-) 10 jam membuat sekujur tubuh tak mampu untuk di deskripsikan maknanya. Dari kemacetan yang selalu ada di Brebes karena ada penyempitan jalan akhir-akhir ini (berdasarkan kabar teman-teman Pemalang yang pulang kemarin), hingga jalan Pemalang-Moga yang cukup agak memprihatinkan kondisinya, semakin memantapkan remuknya badan setelah digoyang bus sebegitu lamanya. Benar-benar mantap, sekali lagi benar-benar mantap! Continue reading “Tangisan Kota Kelahiran”