. . . Karena Kau Menulis


β€œTahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari". (Mama, 84) - Pramoedya Ananta Toer Kuncinya? 1. Bangun "cinta" disana, 2. Biarkan dia menuntunmu. Mari (sempatkan) Menulis. - penulis πŸ™‚ Jakarta | 12 Juni 2015Β 

Saya hanya ingin menulis!!


Mau tulisan dalam blog, dalam notes, dalam buku harian atau hanya kertas buangan ujian isinya cuma sampah curhat, buat saya yang penting menulis. Tulisan saya mungkin bukanlah salah satu tulisan dari buku-buku yang dicetak, artikel di surat kabar-surat kabar ternama, atau tulisan yang tiap hari dibaca atau di like puluhan blogger, bukan!! Tapi yang penting … Continue reading Saya hanya ingin menulis!!

Goresan Tinta Itu. . Abadi


Jika kita berbicara mengenai menulis, maka pasti kita akan berbicara mengenai ekspresi diri, atau mungkin hanya berkisar antara "cara" untuk memuntahkan apa yang ada di pikiran kita dalam sebuah tulisan. Bukan menjadi sebuah rahasia pribadi jika memang menulispun masih menjadi angin-anginan, bisa produktif bisa hanya sekedar sharing pengalaman saja, bahkan bener-bener terkadang tulisan pun ada … Continue reading Goresan Tinta Itu. . Abadi