Kedatangan dan Kepergian


Kalian tahu apa perbedaan antara Kedatangan dan Kepergian?
Terkadang kepergian itu mengajarkan kepada kita arti “evaluasi diri” antara percaya dan dipercaya, antara menyukai dan disukai, antara membenci dan dibenci. Pun juga tidak berbeda dengan kedatangan. Disana kita juga diajarkan bagaimana “mengelola diri” untuk percaya dan dipercaya, menyukai dan disukai, membenci dan dibenci.
Lalu jika hal tersebut dibalik. Kedatangan mengajarkan arti “evaluasi diri” dan kepergian mengajarkan tentang “mengelola diri” juga masih klop toh? Sepertinya memang dua hal tersebut mengajarkan makna yang sama, namun dalam kondisi yang berbeda. Tapi, dalam kenyataannya, salah satu dari dua hal itu diagung-agungkan, sehingga menjadikan jarak antara keduanya semakin jauh. Satu meninggikan, satu menenggelamkan!!  Continue reading “Kedatangan dan Kepergian”

#nomention #keepkalem: Keputusan Terbaik


cat: #nomention #keepkalem

Terkadang, keputusan terbaik adalah, “menerima“.

Bandung, 31 Maret 2013

Aku Takut Menjadi Hujan


Dulu,
Kau katakan padaku, bahwa kau sangat menyukai hujan
Bahkan kemarau yang kita lewati,
tak sekalipun kau berkata “tidak” untuk menantikan kedatangannya.
Tapi, mengapa kau selalu berteduh ketika ia menyapamu?
Bukankah ia yang selalu kau rindukan? Continue reading “Aku Takut Menjadi Hujan”

Mencintai Itu Keputusan


Lelaki tua 80-an itu menatap istrinya. Lekat-lekat. Nanar. Gadis itu masih terlalu belia. Baru saja mekar. Ini bukan persekutuan yang mudah. Tapi ia sudah memutuskan untuk mencintainya. Sebentar kemudian ia pun berkata, “Kamu kaget melihat semua ubanku? Percayalah! Hanya kebaikan yang akan kamu temui di sini”, itulah kalimat pertama Utsman Bin Affan ketika menyambut istri terakhirnya dari Syam, Naila. Selanjutnya adalah bukti. Continue reading “Mencintai Itu Keputusan”