Gak berdarah, tapi sakit!!


Untuk saat ini, gear yang saya pakai buat internetan satu, Nokia Lumia 520. Kalo buat ngelamar kerja, ge(l)ar, juga satu .ST. Meskipun gak nyambung, alasan beli gear ini juga satu, anti mainstream. Ngeliat move on-nya android yang semakin lama semakin menjamur, ditambah duit juga cekak apa boleh buat. Mau beli i-phone, budget terbatas paling dapet cuma casing sama baterainya ja. Hehehe. . Tapi yang paling hot masalah berita nokia, ya satu. Tahun depan, gak ada lagi smartphone bermerk nokia, yang ada Microsoft Mobile. Saham sudah dibeli Microsoft, meskipun untuk feature phone/alias ponsel murah, Microsoft memberi jangka waktu 10 tahun untuk tetap memakai nama Nokia. Jadi kesimpulannya, yang meminang smartphone Nokia saat ini, adalah orang-orang yang mengukir sejarah. Atau, malah mendobrak sejarah? ūüėÄ

Masih berbicara tentang kereta. (melanjutkan cerita kemarin masalah kereta). Entah kenapa, naik kereta tu malah jadi inget masa-masa jadi mahasiswa, terlebih mahasiswa tingkat akhir. Dulu, waktu masih dalam masa kuliah, enak. Ketemu orang, sapa sana sini, pokoke joged eh pokoke mantep. Tapi, ketika berkembang jadi mahasiswa tingkat akhir “yang gak berakhir-berakhir”, semua ke enakan hilang. Lewat di kampus, gak ada yang kenal. Ketemu, paling mahasiswa unyu-unyu yang pakaian seragamnya masih baru, mau kuliah sambil cengar cengir gojek gojek di jalan sama gerombolan temennya. Beda kayak saya. Jalan sendiri, kalo ada temenpun, sama-sama mukanya udzur. Tapi seragamnya masih sama kok, masih putih biru. Meskipun kalo dilihat malah kayak putih keabu-abuan, sama celana biru mirip celana jeans biru tapi sebelum di naptol. Sedih. . . Oh ya, lupa. Ada kok yang kenal dan ketemu terus nyapa, dosen. Sambil bilang, “lo mas, belum lulus?”. -Pertanyaanmu itu, gak berdarah, tapi sakit . . . pak!!-

Perjalanan ke Jogjakarta
Sriwedari, 14 Mei 2014.

BTS, #kotakkotak, #Cicak, #Buaya, #SAPI


Dua puluh dua lebih kosong lima

Jam tangan mas Sopan sudah dulu melampaui sepersekian detik dari jam tangan mas Santun. Kalo dilihat, dua orang ini adalah penjaga site BTS Operator merah putih itu dari jaman merah putih tertutup warna kuning sebelum 1998. BTS (Base Transreceiver Station) ki yo podo koyok bandar sinyal telekomunikasi. Onone gak jauh-jauh dari tower telekomunikasi. Kalo sampeyan lihat, disitu ada tower, dibawahnya pasti ada #kotakkotak yang kabelnya terhubung dengan tower itu. Itulah BTS.

“Kalau BTS rusak¬†pan, kita itu¬†bakal kehilangan¬†sinyal, alias blankspot“, tegas Santun. Ooo, lah jadi #kotakkotak itu kerja 24 jam sehari buat arek-arek biar bisa sms, telpon-telponan gitu Cuk? Yoh, betul Pan. Makane #kotakkotak iku¬†dipakai pak Jonowi buat jadi modal kampanye beliau kemarin di Ibukota Ngastina. “Lo, bukane di Jayakarta lek?”, Sopan nyeletuk. Bukan pan, bukan #kotakkotak yang itu. Kalau #kotakkotak¬†yang itu¬†mah¬†awalnya karena si doi pas ngedaftar¬†ke KPUD pakenya¬†baju¬†#kotakkotak pan, akhirnya¬†malah jadi ngetren itu #kotakkotak. “Lah terus lek, berarti sama dong #kotakkotak BTS, karo sing neng Jayakarta kae?”¬† Continue reading “BTS, #kotakkotak, #Cicak, #Buaya, #SAPI”

Jalan Tuhan yang tak berbatas


Teman-teman kita sekarang sudah berkarya dimana-mana ya. ada yang sudah kerja, ada yang sudah punya usaha, dan ada juga yang masih pusing ngerjain TA di kampusnya. Status facebook pun beragam, menceritakan pusingnya kerja, senangnya kerja, atau mungkin tentang mengejar dosen pembimbing yang susahnya minta ampun meski hanya bertemu sebentar untuk melaporkan progress TA-nya. Ah, mau impian kayak apapun, semua memang punya cerita. Suksespun, tiada yang tahu arahnya. Bisa saja orang yang sekarang di caci maki karena kebodohannya, karena IPK yang tak menjamah 3 bahkan 2 nantinya lebih sukses dari yang lulus cepat, ber IPK kan cumlaude. Mau tidak terima? Silahkan. Tapi kadang realitanya ya seperti ini. Kuncinya cuma satu, Jangan remehkan orang-orang golongan itu, yang telat lulus, yang DO, yang IPKnya rendah. Karena bisa saja, Tuhan mengangkat derajat mereka lebih tinggi dari kalian, atau mungkin “kita” yang seringkali meremehkan golongan itu. Saya bukan mengejek yang lulus cepat, yang ber-IPK kan cumlaude, atau apapun. Tapi memang nyatanya, tidak sedikit golongan itu, bisa membalikkan persepsi yang sudah tertanam di benak kita, jauh dari ekpektasi yang kita bayangkan sekarang. TOLONG, sekali lagi, pikirkan bahwa Tuhan punya beribu cerita yang tak berbatas, dan seperti apa ujungnya, hanya Dia yang tahu.¬† Continue reading “Jalan Tuhan yang tak berbatas”

Pandang Hari Ini dengan Baik


#warungwalking | Lokasi: Coffee Break [Babarsari, Yogyakarta]

Pandang hari ini dengan baik, karena itu adalah kehidupan,
kehidupan yang terbaik.
Dalam perjalanannya yang singkat, terletak semua realitas-realitas
berselimut kebenaran hidup.
Kegembiraan-kegembiraan yang berkembang di hari ini
muncul karena megahnya perbuatan
dan ragam anggunnya kekuatan.
Karena kemarin tak lain hanyalah sebuah kenangan, dan
esok adalah wujud beribu harapan Continue reading “Pandang Hari Ini dengan Baik”

Cerita Semut-semut Kosan yang Bergoyang


2 hari ini berkecimpung dengan perubahan kurikulum di kampus. Istilah kerennya, ekuivalensi kurikulum. Salah banget nih gak lulus cepet [sensor], akibatnya ya status saya jadi ‚Äúromantika tingkat akhir, deritanya tiada tara‚ÄĚ. Jam 10 lewat hari ini langsung meluncur menuju dosen wali. Wah, Harap-harap cemas deh rasanya, apalagi takut juga pas ketemu dosen wali terus kepleset tanya, ‚Äúbelum lulus ya mas?‚ÄĚ. Jawaban terbaik yang bisa saya lakukan cuma *pasang muka nyengir ala boiben sambil lihat temen sebelah yang belum lulus. Maknyus deh. Open-mouthed smile

Continue reading “Cerita Semut-semut Kosan yang Bergoyang”

Tukang Kayu, atau Pendongeng Masa Depan


2 hari ini saya tu ngerjain proyek di kantor. Ya, lumayan. Berasa jadi orang kerja sejati. Dikejar deadline, waktu istirahat kurang, duit juga cekak. Arggggghh, derita mahasiswa tingkat akhir yang berada di zona tanggal tua.

Eh, jadi inget nih cerita saya tentang ngerjain skripsi. Sumpeeeeh deh, ngerjain skripsi tu kayak beli kayu. Mau kayu dibentuk model kayak bentuk Ultraman Daia [lah kok malah berasa detergen. hehe], model Iron Man, hingga model boneka barbie pake rambut dari sabut kelapa sama pakean dari karung gandumpun hanya sang tukang kayu yang mau dan bisa merubah itu semua, alias kita sendiri. You know? Apalagi ditambah, mau jadi barang 1 bulan, 2 bulan, sampe temen seangkatan pada punya anakpun, hanya kita sendiri yang bisa menentukan. Continue reading “Tukang Kayu, atau Pendongeng Masa Depan”

Trilogi Dunia Gaib


Saat ini, dunia tergemparkan oleh Klinik Tong Fang, Cewek Jogja, dan Tentang enaknya skripsi yang menjadi trending topik dan membuat perbincangan yang menggelitik di dunia gaib (*maya). Ya, mungkin kepopuleran The Lord Of the Ringpun hanya sebatas biji jagung jika dibandingkan dengan Trilogi Dunia Gaib saat ini. Sungguh Trilogi diatas, jadi satu kiasan tersendiri, bagaimana dunia gaibpun, bisa melahirkan satu cerita

Continue reading “Trilogi Dunia Gaib”