Menikmati Segelas Kopi Indonesia di Seoul, Korea Selatan


Jalan-jalan ke Korea Selatan gak begitu afdol kalo gak main ke kedai kopi. Dan saya gak sengaja ketemu dengan kedai kopi “cita rasa” Indonesia disana. Buat saya pribadi, kedai kopi di Korea Selatan itu udah kayak pedagang kopi keliling di kawasan Menteng. Di tiap gang pasti ada, dari yang sekedar luas 1,5x1m (coba main sambil clingukan di daerah Namdaemun dan sekitaran Gonggang House/Hostel deket stasiun Chungmuro), sampai kedai kopi yang ada tempat nongki-nongki syantiq. Bedanya cuma 1, belum nemu saya disana pedagang kopi sachetan. hehehe. .

Kedai kopi disana, kebanyakan sajiannya Espresso Based dan selalu ada Americano. Entah kenapa jarang banget saya lihat yang Manual Brew Served. Orang kantoran mau cewek/cowok pas jam istirahat ngobrol di pinggir jalan sambil “ngudud” pasti selalu di dampingi segelas kopi. Disana itu, kedai kopi take away yang ukuran mini-pun pakainya La Marzocco. Sama kayak orang cantik di Bandung yang logikanya mengalahkan kebanyakan orang berpikir, bahwa orang cantik itu pakai mobil dan gincuan pake gincu merk terkenal. *nyambung kan?*

Continue reading “Menikmati Segelas Kopi Indonesia di Seoul, Korea Selatan”

Membuat “Budget” Home + Travel Manual Brewing Coffee


Coffee is personal – the right way to make it is how you like it best. Cited from The National Coffee Association (NCA) USA

Kali ini saya akan sedikit sharing mengenai alat-alat perkopian untuk bisa menyeduh kopi sendiri di rumah. Tujuannya sih biar bisa ngirit, latihan nyeduh kopi (siapa tahu nanti punya usaha sendiri), dan yang paling penting lidah bisa latihan untuk bisa menyimpulkan taste note masing-masing kopi. Ini sifatnya sharing ya, karena ilmu dunia perkopian sungguh luas banget. Siapa tahu, bagi penikmat kopi manual brew bisa ngobrol dan sharing di postingan ini sehingga nanti bisa sekaligus menginformasikan temen-temen yang pengen jadi home barista dadakan untuk beli-beli alat di rumah.  Continue reading “Membuat “Budget” Home + Travel Manual Brewing Coffee”

Praketa Kopi, si Pelopor Manual Breewing di Purwokerto


Akhirnya menjejakkan kaki di Purwokerto.

Pas cari kedai kopi manual breewing di Purwokerto, list paling atas yang muncul adalah Praketa Kopi. Kebetulan banget posisinya di depan rektorat unsoed. Jadi setelah kelar kerja, bisa langsung cuuus kesana. 

Lokasinya sendiri emang agak nyempil ya. Tempatnya ada di belakang BNI dengan ciri khas remang-remang. Eh, maksudnya gak begitu kelihatan dari jalan. Tapi di dalam rasanya cozy banget dengan design interior kayu-kayu di meja dan dinding. Kalo kayak rasa kopi itu udah ke arah earthy banget. eh, atau malah woody? heuheu. . Eh kayaknya gak ada ya kopi rasa kayu. wkwkwk. .  Continue reading “Praketa Kopi, si Pelopor Manual Breewing di Purwokerto”

Photo Essay: Nyeduh Kopi Bareng


Berhubung saya masih bener-bener newbie di dunia per-kopian saya cuma buat photo essay karena gak terlalu banyak materi dan bahan buat ditulis. Jadi kemarin, intinya sih kita nyeduh kopi bareng sambil belajar sama mantan. Eh sorry, maksudnya sama manteman. Biar agak keren, kita menamakan diri = Robokop (Rombongan Bocah Kopi). Jangan diplesetin sama Rombongan Bocah “fans-ndangdut” Koplo ya. Dengan berbekal alat-alat seduh seadanya, biji kopi seadanya, jadilah acara ini. Sayang banget kemarin gak sampe khatam karena mau nyobain hunting tiket ke happy hour-nya GATF jam 16.00. Terima kasih buat team koplo eh kopi buat segala ilmunya dan Panji si Manusia Millenium yang ngumpulin kita.

Enjoy! 🙂 Continue reading “Photo Essay: Nyeduh Kopi Bareng”

Ngobrol Asik di Daily Routine Coffee Bandung


Mengintim-i kopi buat saya pribadi gak cuma masalah nyruput kopi. Jauh dari itu, kopi adalah sarana bercerita, berbicara hingga curhat dalam level yang gak akan pernah ada baku-nya. Itulah sebabnya, mengapa saya lebih suka konsep kedai kopi ketimbang kafe. Karena jenis yang satu ini, banyak sekali hal yang dapat dilakukan. Mulai dari ngobrolin kopi, tugas akhir, galau tesis-disertasi, atau curhat karena masalah hati yang tak kunjung di tempati juga bisa ditemui. (*sensor)  Continue reading “Ngobrol Asik di Daily Routine Coffee Bandung”

Two Hands Full Coffee


Setelah urusan kerjaan selesai, kali ini saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke salah satu kedai kopi di bandung yang ada manual breewed-nya. Nanya ke salah satu sohib per-kopian, siapa lagi kalo bukan si Panji Manusia Millenium dan nyasarlah di kedai kopi yang satu ini.

Naik gojek dari Cihampelas, sempet bingung karena tulisan Two Hands Full ketutup sama Ray White di seberang kanan jalan. mmewww. Pas lapor sama empunya (Stevan -kebetulan ketemu-) cuma cengar-cengir sekalian nambahin kalo kafe ini sudah berasa kafe-nya Ray White. lol 🙂 (Jadi kalo bingung lokasi Two Hands Full, tinggal liat Ray White di sebelah kanan kalo dari arah Cipaganti. Nah Two Hands Full ada di lantai 1) Continue reading “Two Hands Full Coffee”

Nyruput Kopi di Indonesia Coffee Event 2017


Sebagai salah satu produsen kopi dunia yang tidak bisa dipandang mata dalam hal ekspor (urutan keempat dunia menurut laporan International Coffee Organization), seyogyanya Indonesia sudah harus mempunyai prestasi khusus dalam bidang per-kopi-an. Bukan berbicara masalah kopi semata, tetapi peracik kopi memang harus juga menjadi concern utama sebagai ujung tombak “dakwah” kopi di Indonesia bahkan dunia. Apalagi lewat peracik kopi inilah, aroma caffein bisa langsung maksreng gondel-gondel lewat di langit-langit lidah pencintanya. #opoooooooikiiiii .Nah, kebetulan banget, menurut informasi salah satu bandar kopi kantor yang suka bawa Frencpress kemana-kemana di tasnya (Panji) pekan ini (kala itu) di Kuningan City akan diadakan Indonesia Coffee Event (ICE) 2017. Suwun bro, you are awesome (awesome iiik) *piiiis  Continue reading “Nyruput Kopi di Indonesia Coffee Event 2017”

Ngopi Dulu, Baru Kamu


Enaknya punya temen-temen di kantor yang suka ngopi itu setidaknya lumayan bisa ngelepas stress. Habis ngantor, nyeduh kopi sambil ngobrol bego di ruang cso, ditambah wangi kaffein bersahutan sudah bisa membuat sore ini semakin mbois level lima. Apalagi dari balik jendela, semribit cahaya senja mulai masuk dengan malu-malu. 

Nah, sore ini alhamdulillah bandar kopi kantor bawa 2 ground kopi, Kopi Lintong (Sumatera Utara) Roaster Rumah Kopi Ranin Bogor sama Kopi Gayo (Aceh) Roaster Otten Kopi Medan. Kalo dilihat dari rasanya itu Kopi Lintong ini light body, high acidity, clean after taste. Kalo Gayo sendiri medium body, low acidity, dark chocolate after taste. Keduanya diseduh pake french press deliciaContinue reading “Ngopi Dulu, Baru Kamu”

Entah Mengapa versi Kedua: Daktarin Masa Milenium


Hari ini, saya punya tiga versi “entah mengapa”.

Pertama,
Entah mengapa, hari ini begitu melelahkan, sudah seminggu lebih atau bahkan dua minggu lebih jam tidur berubah total, ya berubah total. Waktu shubuh menjadi ajang pertama memejamkan mata, siang menjadi pagi, malam menjadi sore. Dan tahukah yang lebih menyebalkan? Kepala ini serasa dipukul, si “penat” berkumpul tepat di tengah dahi. Setia duduk, sambil tidak melakukan apapun, bahkan mundur atau maju selangkahpun tidak. Mau dikata apa, sekarang si “penat” sudah menjadi teman setiaku setiap hari, tak ada yang menduakanku dari apapun kata dia.  Continue reading “Entah Mengapa versi Kedua: Daktarin Masa Milenium”

Kopi


Kali ini saya akan mulai menceritakan tentang pengalaman “keasyikan” saya yang lumayan belum terekspose di blog ini, yaitu corat coret tentang kopi atau bahasan golongan coffee lovers. Mulai sekarang, saya munculkan satu tag tersendiri yaitu yang berhubungan dengan kopi, yaitu #kedaikopi. Nantinya saya akan sedikit me-review kunjungan ke kedai-kedai kopi. Impian menjadi travel writer, saya mulai dari keasyikan ngopi dulu ya, sembari mencari passion buat liat ciri-ciri artikel travel writer. Unik juga nantinya kalau misal jauh-jauh ke Inggris, cuma buat cari kopi doang kan? *mungkinsadja 😀

Continue reading “Kopi”