Kontemplasi Disclaimer


Sebelum menulis, sepertinya saya perlu menuliskan disclaimer terhadap tulisan ini agar tidak ada hal yang perlu untuk dipermasalahkan kedepannya. Tulisan ini merupakan opini saya pribadi, tidak berhubungan dengan nama lembaga, pimpinan atau siapapun. Tujuan penggambaran disclaimer ini merupakan harapan terbesar saya pribadi agar setidaknya dapat mengarahkan pembaca supaya lebih fokus pada isi, bukan semata-mata pada tampilan, warna, jenis huruf, jenis sajian (buku/jilid/laminating), penulisan kalimat baku, bahasa yang harus sesuai KBBI, penempatan logo dan lain-lain. Karena saya yakin bahwa masing-masing orang memiliki latar belakang berbeda-beda yang secara tidak langsung saya percaya hal tersebut bisa membentuk pola/gaya bahasa/penulisan yang berbeda. Biarkan “ruh” menulis ini disimbolkan menjadi salah satu semangat untuk membangun kepercayaan, keterbukaan, kepedulian atau bahkan kecintaan dalam perspektif yang berbeda-beda. 

*cuma tulisan disebelah sana yang sayang kalo gak di publish disini. 🙂

Jakarta, 22 Juni 2017


Keintiman dengan Tuhan!!


Terkadang, saya melihat banyak sekali orang yang mempunyai kekurangan “di mata kita” justru mempunyai keintiman yang teramat besar dengan Tuhannya -meskipun tidak semuanya. Bahkan kenyataannya, kebahagiaan, kesempurnaan, kecukupan justru terkadang menjadi satu jarak yang panjang untuk merengkuh keintiman itu. Apakah memang harus, Tuhan menghilangkan kekayaan, kemapanan,   Continue reading “Keintiman dengan Tuhan!!”

Pergantian Waktu


Ini hanya pendapatku saja. Boleh setuju atau tidak untuk kalian, silakan. Bahwa,

Tidaklah penting kita melihat bagaimana pergantian waktu (tahun, bulan, minggu, jam, bahkan detik).
Yang paling penting untuk kita lihat adalah bagaimana kita menilai ada atau tidaknya peningkatan “kualitas diri” kita di dalamnya.
Ku rasa, kualitas juga tidak semata-mata dilihat dari lamanya kita hidup, bukan?

Yah, hanya itu. Ingat, ini hanya pendapatku saja. Entah sampai kapan ini bertahan, akupun tak tahu. 🙂

Bandung, 6 Januari 2013

Bulan pada sebentangan 12 jam lainnya


Siang ini, terasa berbeda. Engkau dengan senyummu masih tersimpul rapih di pelataran duniamu, dan rapuh badan ini masing mencoba tegak mencari jalan yang landai tuk dilalui. Ah, percayalah, jikaupun engkau matahari di bumi ini, aku yakin bahwa masih banyak orang yang mengharapkan keindahan bulan pada sebentangan 12 jam lainnya kan? Bukan begitu nek?

Continue reading “Bulan pada sebentangan 12 jam lainnya”

Rejuvenasi pendidikan, Pendidikan Indonesia (sudah) berada di pucuk jurang stagnasi


Pendidikan, dan realitas yang tersaji

Fakta!! Laporan Departeman Pendidikan dan Kebudayaan menyebutkan pula bahwa setiap menit ada empat anak yang putus sekolah. Bahkan pada tahun 2010 usia sekolah yakni 7-15 tahun yang terancam putus sekolah sebanyak 1,3 juta

Percaya atau tidak, kenyataannya pendidikan boleh dianggap tonggak dari segala aspek kehidupan, yakni sosial, politik, ekonomi, hukum bahkan kultur pun dibangun berdasar pilar pendidikan. Pendidikan semakin memainkan peranan penting tatkala perkembangan zaman sudah memasuki era globalisasi yang menuntut adanya akselerasi kualitas dalam menghadapi persaingan internasional. Baik individu maupun sistem akselerasi global, dirasa sangat berpengaruh untuk menentukan arah sekaligus memberikan gambaran tentang Indonesia kedepannya.

Persaingan Indonesia sebagai negara berkembang jika dirfunut dalam segi pendidikan saat ini boleh dikatakan dalam level yang masih kurang baik. Berdasarkan laporan Education for All Global Monitoring Report yang dirilis UNESCO tahun 2012, menempatkan Indonesia pada peringkat 64 dari 120 negara dalam Education Development Index (EDI). Total nilai EDI diperoleh dari rangkuman perolehan empat kategori penilaian, yaitu angka partisipasi pendidikan dasar, angka melek huruf pada usia 15 tahun ke atas, angka partisipasi menurut kesetaraan gender, dan angka bertahan siswa hingga kelas V Sekolah Dasar (SD). Global Monitoring Report ini adalah laporan yang digunakan sebagai hasil dari monitoring kualitas pendidikan negara-negara di dunia.  Continue reading “Rejuvenasi pendidikan, Pendidikan Indonesia (sudah) berada di pucuk jurang stagnasi”

Saya hanya ingin menulis!!


Mau tulisan dalam blog, dalam notes, dalam buku harian atau hanya kertas buangan ujian isinya cuma sampah curhat, buat saya yang penting menulis. Tulisan saya mungkin bukanlah salah satu tulisan dari buku-buku yang dicetak, artikel di surat kabar-surat kabar ternama, atau tulisan yang tiap hari dibaca atau di like puluhan blogger, bukan!! Tapi yang penting buat saya, saya hanya ingin menulis!

Flash fiction, cerpen, prosa, esai, karya tulis, apa itu? Saya tidak tahu menahu perbedaan itu semua. Jujur. Bahkan ketika ada yang mengatakan tulisan saya itu termasuk flash fiction, saya pun bengong, gak pernah terbesit saya menulis dan menggolongkan tulisan saya ke jenis-jenis itu semua. Apa boleh buat, saya kurang bisa mengerti arti demi arti, apalagi jenis-jenis tulisan, keinginan saya cuma satu, saya hanya ingin menulisContinue reading “Saya hanya ingin menulis!!”

Kontemplasi Tegak Lurus


Nilai ambang keambiguan sekarang sudah terletak pada batas tak normal. Keunggulan tiap individupun masih di pertanyakan bukan karena kaya akan prestasi-prestasi, tapi karena banyaknya nilai norma yang mereka tinggalkan. Banyak dari mereka yang kiranya ada dituntut tak hanya pada satu karya, tapi lebih dari seribu karya. Mereka bertahan, bertahan dengan semua resiko orisinalitas nol, menunjukkan semua realitas akan pembentukan nilai diri mereka. Bukan hanya itu, kekuatan mereka juga semakin abstrak dengan kondisi yang menuntut adanya kontribusi yang tidak hanya sekedar busy. Semangat berjuang, untuk mencari realitas masa depanmu, kawan!!

Bandoeng, 27 Mei 2012