Tanda Tanya dan Tanda Seru


(…)

Banyak sekali orang melihat dunia begitu kacau. Anehnya, mereka hanya sebatas berkicau tanpa membunuh kekacauan itu. Terkadang, –mereka malah yang saling bunuh– entah apa sebabnya. Mungkin jika dilihat, sama halnya menegaskan tanpa tanda seru dan menanyakan tanpa tanda tanya. Mungkin tak berarti bagi sebagian orang. Tapi terkadang, sedikit sederhana berkurang, keelokkan berangsur meluruh. Ya, diantara dua tanda itu.

Mari kita sebut saja, tanda seru sebagai ketegasan dan tanda tanya sebagai keraguan. Dua hal itu, mungkin bisa saja dilupakan olehmu, kalian atau siapapun yang sudah suntuk dengan kesabaran atau terlalu sulit mencari kesabaran. Terkadang, dibuang sayang, disimpan malah menjadi terbayang-bayang. Atau bahkan semakin dibuang semakin terbayang-bayang? Atau, malah semakin kau tegas yang ada malah semakin membekas? Sulit bukan?

Itu karena terkadang kita hanya membicarakan permasalahan massive saja. Akibatnya, yang kecil malah terabaikan, yang besar semakin menjadi besar. Tapi mungkin itu wajar, terkadang yang terlihat, lebih kita sukai ketimbang yang tak terlihat kan? Atau terkadang, malah yang tak terlihat membuat kita semakin menjadi lebih dekat? Atau seperti apa masalahmu?

Harusnya, dua tanda itu selalu hadir berdampingan. Karena dua hal itu, bisa menyenangkan jika kita bisa atur kadar hadirnya. Coba lihat, –anggap saja– ketegasan itu penting, karena sekarang yang terbuang biasanya karena ketegasan jadi barang cadangan atau terbuang karena tak ada yang meluruskan keraguan.

Dua hal itu, saling menguatkan. Atau bisa saja, saling menenggelamkan. .

(…)

Jakarta, 9 Juni 2015 

Elegi metamorfosa hari ini


Mari bergabung dengan elegi metamorfosa hari ini

Aku capek, hari ini cuma duduk
tak ada makanan, tak ada minuman
hanya memandangi ibu-ibu depan meja berkelut dengan temannya
bapak sebelah meja sibuk dengan laptop mungil yang terhubung dengan proyektor
jarinya menari-nari, lihai memang
tapi entah, menulis apa dia

Aku capek, hari ini hanya ngetwit, posting blog, cek comment
hampir selalu seperti itu
Cek notif, cek @connect, tak ada yang lain
Keluar? Masih jam kantor
Bisa-bisa dua hari kerja, resign “mode on”

Aku capek, hari ini hape hanya diam seribu bahasa
Tak ada sms, telepon, hanya setia memandangi jam yang
semakin bertambah menit, detik, jamnya.
Padahal, jam tangan “guess” menempel apik di
tangan kiriku.

Aku capek, hari ini selepas ba’da dhuhur
aku makan diwarung sebelah bareng temanku
semangkok pangsit dihargai dengan harga 8 ribu
tak ada minuman manis, tak ada senyuman semangat,
benar-benar hari ini jadi suasana yang tak pernah ku suka

Aku capek,
tapi tak pantas jika terus mengeluh,
semangat produktif membawa kekuatan untuk terus bergerak,
bergerak dengan apa yang bisa kita lakukan sekarang,
saat ini!! juga walau hati tak sampai hati untuk membuat
sebuah elegi metamorfosa hari ini.