Menang Pertama [bagian 1]


Berbicara mengenai kegagalan, saya yakin bahwa semua orang sudah sama-sama mengetahui bahwa kegagalan itu bukanlah sebuah aib, tetapi kegagalan itu merupakan sebuah jalan yang Tuhan ciptakan untuk membuat kita lebih dewasa dalam hal apapun, begitu juga dengan menulis. [kalau tulisan ini mau dibuat quotes dan di jadikan wallpaper atau mau dipasang di dinding kamar, dipersilahkan. Hehe]

Ceritanya begini.
Alhamdulillah, akhir Mei 2012, saya kaget melihat pengumuman bahwa saya menjadi juara 1 lomba blog. Artikel yang dituliskan pada blog tersebut adalah sebuah tulisan yang membicarakan mengenai sebuah realitas tentang musik anak yang mungkin saat ini kemunculannya sudah hampir di telan jaman, dan pastinya sekarang dunia anak sudah tergeser dengan banyaknya musik-musik “galau”, yang memang dirasa belum pantas jika harus dikonsumsi oleh anak-anak kecil. Untuk lebih jelasnya silahkan dibaca artikel yang saya kirim tentang lomba seperti yang telah saya sebutkan di atas: [Elegi Musik Anak Masa KiniContinue reading “Menang Pertama [bagian 1]”

Redefinisi Kebudayaan: Lem Perekat Retaknya Hubungan Indonesia-Malaysia


Berbicara mengenai Indonesia dan Malaysia, pasti tidak akan ada habis-habisnya. Masing-masing pihak selalu mempunyai argumen yang berbeda, baik versi maupun isi. Tapi yang pelu dipikirkan adalah, “Masa iya, satu rumpun tetap gak bisa bersatu?, apanya yang salah?”. Jika kita melihat berbagai macam versi, satu-satunya versi yang memang tepat untuk di jadikan jembatan antara keduanya adalah Kebudayaan. Kebudayaan inilah yang menjadi satu buah bibir yang cukup panas jika diperbincangkan jika berkaitan dengan Malaysia dan Indonesia. Benar? 🙂 Lalu apa memang bisa kebudayaan yang memang sangat tabu jika dikaitkan Indonesia dan Malaysia mampu memberikan konsepan sebaliknya mengenai arti “bagaimana” saudara serumpun berjalan beriringan? Mungkin bisa 🙂 Continue reading “Redefinisi Kebudayaan: Lem Perekat Retaknya Hubungan Indonesia-Malaysia”

Kata dan Orator

Kata dan Orator
yakinlah bahwa banyak kata yang tak bisa diungkapkan, tak bisa dimengerti, tak bisa dihindari
meskipun sedikit demi sedikit, satu demi satu namun pasti
memekikkan telinga, memekikkan sang orator sekalipun
waktu. .
jawablah dengan irama terbaikmu
jawablah dengan rima terbaikmu
pasti. . tak usah diingkari meskipun dengan sedu sedan itu tercermin beribu makna retoris!!
bernyayilah jika memang merasa mampu bernyanyi..
berjalanlah, meskipun hanya mampu setapak demi setapak. Jalan kita masih panjang
masih banyak makna yang bisa tertoreh dalam kehidupan, tetap. . statis
layaknya
do re mi yang selalu menjadi untaian awal simphoni alam dalam kebisingan hati ..


Kata dan Orator
yakinlah bahwa banyak kata yang tak bisa diungkapkan, tak bisa dimengerti, tak bisa dihindari
meskipun sedikit demi sedikit, satu demi satu namun pasti
memekikkan telinga, memekikkan sang orator sekalipun
waktu. .
jawablah dengan irama terbaikmu
jawablah dengan rima terbaikmu
pasti. . tak usah diingkari meskipun dengan sedu sedan itu tercermin beribu makna retoris!!
bernyayilah jika memang merasa mampu bernyanyi..
berjalanlah, meskipun hanya mampu setapak demi setapak. Jalan kita masih panjang
masih banyak makna yang bisa tertoreh dalam kehidupan, tetap. . statis
layaknya
do re mi yang selalu menjadi untaian awal simphoni alam dalam kebisingan hati ..