#siBiru, #siKuning, #siMerah


Hari ini entah kenapa, hari sepanjang sejarah per-skripsi-an. Gak kayak Circle K, atau Seven Eleven yang buka 24 jam buat tempat kongkow anak-anak muda yang begadang sampe malem cuma buat ngomongin masalah politik di Indonesia. Ya kali, kalau ngomongin politik. Tapi kalau ngomongnya berita artis yang kemarin ketangkep gara-gara narkoba bisa berabe ntar. Kok bisa? Bukannya kalo ngomongin orang melatih kita buat ngasah kemampuan kita mencerna berita? Apalagi sampai melatih kita untuk lebih speak loud sama orang lain?  Ya gak? *tanya pada infotainment dan ibu-ibu komplek sana?* 🙂

Kalo dilihat-lihat sih kata “bukankah, bukankah, bukankah” selalu jadi kata pertanyaan yang sudah melebihi pertanyaan para redaksi berita sekaligus para ahli forensik polisi, 5W+1H. Penyaingnya cuma satu menurut saya, yaitu “akankah“, yang cuma dipake sama infotaiment Silet yang penyiarnya pasang muka serem, mulutnya agak menyonyo gitu pas ngomong. Tapi, gara-gara Silet, kita seharusnya jadi paham bahwa orang yang ngomong “Mulutmu Harimaumu” itu adalah semua pembohong. Kok bisa? Bayangkan saja, selama hidup saya, gak ada tuh harimau yang ngomong mulutnya bisa menyonyo kayak penyiar Silet. #MonggoDipikir!! hehehe. .  Continue reading “#siBiru, #siKuning, #siMerah”

BTS, #kotakkotak, #Cicak, #Buaya, #SAPI


Dua puluh dua lebih kosong lima

Jam tangan mas Sopan sudah dulu melampaui sepersekian detik dari jam tangan mas Santun. Kalo dilihat, dua orang ini adalah penjaga site BTS Operator merah putih itu dari jaman merah putih tertutup warna kuning sebelum 1998. BTS (Base Transreceiver Station) ki yo podo koyok bandar sinyal telekomunikasi. Onone gak jauh-jauh dari tower telekomunikasi. Kalo sampeyan lihat, disitu ada tower, dibawahnya pasti ada #kotakkotak yang kabelnya terhubung dengan tower itu. Itulah BTS.

“Kalau BTS rusak pan, kita itu bakal kehilangan sinyal, alias blankspot“, tegas Santun. Ooo, lah jadi #kotakkotak itu kerja 24 jam sehari buat arek-arek biar bisa sms, telpon-telponan gitu Cuk? Yoh, betul Pan. Makane #kotakkotak iku dipakai pak Jonowi buat jadi modal kampanye beliau kemarin di Ibukota Ngastina. “Lo, bukane di Jayakarta lek?”, Sopan nyeletuk. Bukan pan, bukan #kotakkotak yang itu. Kalau #kotakkotak yang itu mah awalnya karena si doi pas ngedaftar ke KPUD pakenya baju #kotakkotak pan, akhirnya malah jadi ngetren itu #kotakkotak. “Lah terus lek, berarti sama dong #kotakkotak BTS, karo sing neng Jayakarta kae?”  Continue reading “BTS, #kotakkotak, #Cicak, #Buaya, #SAPI”

Generasi Dua Jempol


#warungwalking | Lokasi: Black Romantic | Samping ITB [16/9]

Hari ini warung walking lagi, tapi yang agak anak muda-an banget, black romantic. Lumayan, banyak makanan aneh-aneh yang belum pernah ada di warung walking pertama, ataupun warung walking angkringan. haha. Ya jelas lah!

Suasananya pun ya sama aja kayak warung biasa. Tapi lumayan enak buat ngilangin stress gara-gara TA gak dikerjain-kerjain. Haha. . [Yang gak dikerjain aja udah stress, apalagi dikerjain? *nyetel musik kenceng-kenceng]. Topik hari ini gak jauh-jauh sama yang namanya social media. Banyak liat anak muda banget jadi emang lebih hot kalo bahasannya dunia anak muda -yang sekarang udah dianggap kritis menurut saya, apalagi kalo bukan dunia social media. Saya sebut objek tersebut sebagai satu generasi, Generasi Dua Jempol (GDJ). Continue reading “Generasi Dua Jempol”

Hasil Membanggakan Tim Robot IT Telkom di USA


Satu berita yang sangat membanggakan bagi Indonesia terlebih Insitut Teknologi Telkom yaitu ketika Institut Teknologi Telkom menempatkan wakilnya pada Trinity Fire Fighting Home Robot Contest and Robo Waiter 2012 di kampus Trinity College, Hartford, Connecticut pada tanggal  30 Maret hingga 1 April 2012 dan berhasil membawa 3 piala.

Rombongan dari IT Telkom terdiri dari empat mahasiswa, yakni Candra Herdianto, Andrean Permana Ardhi, Dian Wahyu Widiyanto, dan Dhimas Arveliansyah membawa 5 robot gawean (buatan -red) mereka sendiri, yaitu
Continue reading “Hasil Membanggakan Tim Robot IT Telkom di USA”