Liefde da Regen


Terkadang banyak sekali manusia bertahan hidup atas nama cinta. Mungkin dalam bentuk yang lebih sederhana, merekalah yang menciptakan cinta. Bahkan Tuhan, "tak bisa berbuat apa-apa" saat cinta sudah mereka genggam. Ia membutakan. Banyak syair yang terbuka secara perlahan, membenamkan cinta yang takkan pernah tutup usia. Kata demi kata, baris demi baris. Bela sungkawa sudah menjadi … Continue reading Liefde da Regen

Karena Nanti Aku Cemburu!!


Akupun demikian, berharap hujan bukanlah laki-laki Karena nanti aku cemburu! Dia mengenaimu. Bandung, 4 April 2013 -hanya sekedar meneruskan ucapan teman, semoga dia tetap berkarya disana. Sedikit banyak, kau inspirasiku!

Musikalisasi Puisi


Sebelum membaca, putarlah dulu sekelumit Musikalisasi Puisi Sapardi dibawah ini, biar paham yang dimaksud musikalisasi [#kekeke]: Sebetulnya tuh, tulisan ini gara-gara kemarin pas hari Kamis, saya berkunjung ke rumahnya Ruri Alifia R [a.k.a Ruri Kaka] yang ternyata di blognya tuh ada background music tentang musikalisasi "buatan dia" yang berjudul Gamang. Wah, keren. Anak muda kayak dia sudah buat gituan. … Continue reading Musikalisasi Puisi

Aku Takut Menjadi Hujan


Dulu, Kau katakan padaku, bahwa kau sangat menyukai hujan Bahkan kemarau yang kita lewati, tak sekalipun kau berkata "tidak" untuk menantikan kedatangannya. Tapi, mengapa kau selalu berteduh ketika ia menyapamu? Bukankah ia yang selalu kau rindukan? Maka jika kau tanyakan, Itulah alasanku, Mengapa aku tak terlalu suka mendengar kau berucap "Aku mencintaimu", karena aku takut, … Continue reading Aku Takut Menjadi Hujan

Kesulitan Timbul Menyembul Batas


Kesulitan timbul menyembul batas, rintik hujan luruh sejuk menyejukkan. Gerakan kaki di ruangan sebelah itu, berisik, mengusik ketenangan berbalut hujan mengambang. Lalu, tiba-tiba seorang wanita datang kepadaku, akupun bertanya, “Kau Permaisuriku? Bukan?”, tunggulah di sana sebentar, tak perlu lama aku pasti datang. Bandung, 25 September 2012 *sepanjangusiaperjalanan 🙂