Akal Hatimu


Ini tentang buku dan mungkin berhubungan dengan sedikit akalmu untuk berpikir. Coba sedikit relaksasikan pikiranmu sejenak, meski hanya untuk membaca. 

Coba kau pikir, jika sebuah buku tidak kau gunakan, lalu kau letakkan saja di satu tempat yang sama berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bertahun-tahun, apa yang akan terjadi? Apakah buku akan berubah menjadi “sesuatu yang lain“? Tidak kan? Atau seperti ini. –coba sedikit mengendorkan kalimat yang pertama tadi-, bisa jadi “mungkin” arti berubah menjadi “sesuatu yang lain” itu hanya memudar, berdebu, dimakan rayap atau bahkan bisa juga terkena tetesan hujan karena atap bocor! Tapi, tetap saja itu sebuah buku kan?  Continue reading “Akal Hatimu”

#nomention #keepkalem: Keputusan Terbaik


cat: #nomention #keepkalem

Terkadang, keputusan terbaik adalah, “menerima“.

Bandung, 31 Maret 2013

Kesulitan Timbul Menyembul Batas


Kesulitan timbul menyembul batas, rintik hujan luruh sejuk menyejukkan. Gerakan kaki di ruangan sebelah itu, berisik, mengusik ketenangan berbalut hujan mengambang. Lalu, tiba-tiba seorang wanita datang kepadaku, akupun bertanya, “Kau Permaisuriku? Bukan?”, tunggulah di sana sebentar, tak perlu lama aku pasti datang.

Bandung, 25 September 2012 *sepanjangusiaperjalanan 🙂

Ketika Hati Ibarat Papan Kayu


Jika hati itu ibarat papan kayu, maka pasangan hidup adalah pakunya. Sedang lubang yang tertinggal di papan tatkala paku dicabut adalah kenangan. Meski paku tak lagi bersarang, namun tubuh papan telah berubah. Tubuhnya kini tak lagi mulus lantaran lubang-lubang yang bersemayam. Banyaknya lubang tentu saja tergantung dari banyaknya paku yang sempat tertanam. Dan besar kecilnya lubang tergantung pula dari bagaimana paku mengoyak papan kayu.

Maka berhati-hatilah, karena paku-paku itu bisa saja membuat kita “berbeda”. Ketika sudah terlalu banyak lubang-lubang, maka memang benar, tidak ada satupun yang bisa membuat papan tersebut bisa seperti semula. “Di tambal aja lah!!?” Emang ada tambalan tersebut di kehidupan? Kalo iya, apa coba?

Mari membangun qolbu dengan cinta*

Inspirasi quotes dari kang Deddy Sussantho, “Ketika Hati Pernah Terbagi” ~dakwatuna, [*terinspirasi oleh temen blogger juga. Hehehe. .].