Patah Tulang


Tulisan ini adalah tulisan saya yang lumayan lama, entah kenapa kok ini masih draft. Kayaknya sih dulu lupa buat di klik sebelum sinyal hilang. 🙂

Tulisan ini sengaja saya post, karena dulu lumayan butuh effort besar untuk sekedar nulis. Arm sling yang masih di pasang, belum pegelnya otot sekitaran pangkal lengan atas karena lumayan lama gak di gerakin. Semoga bermanfaat bagi temen-temen yang mungkin ketika baca artikel ini sedang dalam kondisi recovery patah tulang. Buat saya, recovery patah tulang itu lumayan lama dan butuh kesabaran. Sedikit pengalaman saya yang patah tulang lengan kiri, pasca operasi saya harus melakukan penyesuaian gerakan tubuh bagian kiri dengan bagian kanan. Jalan pun harus dibiasakan bergerak selayaknya orang normal. Lambaian tangan yang biasa kita lakukan saat jalan, termasuk salah satu kegiatan yang menurut saya susah saat itu. Buat temen-temen yang masih dalam masa recovery patah tulang saat ini, meskipun saya fans MU kalimat yang paling pas adalah, “You never walk alone“:)  Continue reading “Patah Tulang”

Blob Jump


Artikel kedua tentang fraktur, saya akan menjelaskan kronologis TKP fraktur yang menimpa lengan kiri saya. Dari sekian banyak yang diberi tahu tentang kejadian patah tulang yang saya alami, pasti satu pertanyaan wajib yang pertama kali ditanyakan adalah, “Kecelakaan dimana?”, lalu yang kedua diikuti dengan, “Kecelakaan motor ya?”. Coba dibayangkan, ketika Anda di sandingkan dengan teman penderita fraktur, apa yang Anda katakan di awal? Pasti sama kan? Wajar juga kalau dilihat, untuk ukuran “masa-masa muda” (penegasan: muda. hehe) seperti saya ini, kebanyakan patah tulang memang selalu diikaitkan dan tidak akan jauh dengan motor.

But, it was totally wrong!!

Mau dibilang shock atau apapun, patah tulang yang saya alami terjadi di waterboom, bukan di jalan, di pasar, di warnet atau apapun. Tapi waterboom, tepatnya di waterboom terbesar di Purbalingga. Ewaaaaaaw. Kok bisa? Ya bisa. Mau gimana lagi, ujian kali ini memang temanya mungkin sudah di tetapkan, yaitu “Fraktur”. Padahal tujuan utama dari ke waterboom cukup sederhana, main-main sekalian nostalgia dengan teman-teman SMA dulu yang kebetulan ada beberapa dari mereka di rumah. Satu visi, misi, akhirnya berangkatlah kita. Eeeeeeeee, apa boleh dikata, kenyataan tak -sejalang- seperti yang diharapkan. Mungkin jika Najwa Shihab dengan cerita ini, bisa saja cerita ini diberi judul, “Bersenang-senang yang Berujung tak Menyenangkan”. <yo opo le le!!>

Lalu bagian mana saya jatuh? Saya jatuh di bagian Bantal Mumbul alias Blob Jump. Saya baru menemukan alat itu bernama blob jump dari Running Man yang saya lihat (ada pada RM 152 dan RM 182. Silahkan di cek!!), sehingga gambar yang saya capture dibawah ini adalah hasil capture dari RM yang saya lihat. Amati baik-baik, inilah BLOB JUMP/#BJ!! 🙂

Blob Jump Running Man

Berawal dari kejadian tragis yang menimpa saya, tak lengkap rasanya jika kejadian yang dialami tidak dibagi agar tidak diulangi lagi oleh semuanya. Nah, disini saya akan sedikit sharing tentang bagaimana jatuh dengan benar. Supaya ketika Anda akan bermain dengan #BJ, setidaknya Anda sudah mengetahui standar prosedur jatuh di #BJ ketika tidak ada safety guard (Mengingat, sebagai catatan juga, di waterboom tempat saya jatuh, tidak ada Safety Guard yang memberi tahu SOP jatuhnya). Saya hanya sekedar watch, capture dan post it dari Running Man ya. Saya berpikir bahwa SOP jatuh dari Running Man bener-bener mantap!! Hehe. . Silahkan lihat gambar di bawah ini.

Posisi jatuh blob jump

blob jump 2

blob jump 3

Lalu kok bisa patah? Pertama, saya memang tidak tahu bagaimana cara jatuh dengan benar di #BJ. Kedua, saya posisi jatuh, dua orang. Saya sebelah kanan, teman saya sebelah kiri. Posisi jatuh saya, tangan tidak ke atas (lihat posisi tangan gambar kesatu), posisi tangan saya dibawah tubuh. Ketiga, tangan tertimpa temen sebelahku. Ouwwwwwch, cukup. Sampai sekarangpun, masih agak ngeri+ngilu+blahblahblah kalau nginget lagi apalagi dengar nama waterboomnya. Haha. . Kalau kata temenku yang di psikologi, kengerian/trauma paska kejadian yang tidak diinginkan bernama “POST TRAUMATIC SYNDROME” (akan saya tanyakan lagi perihal trauma yang itu). Kalau lebih gampangnya saya katakan, saat ini, kejiwaan saya agak sedikit terganggu. hahaha. .

Fine, cukup sekian ulasan patah tulang bagian BLOB JUMP/#BJ, semoga bisa bermanfaat bagi pembaca. Dan satu hal, berhati-hatilah dimanapun Anda berada. Kita benar-benar tidak tahu, dalam satu detik, satu menit, satu jam kemudian kita akan mendapatkan musibah apa. Berdoa merupakan satu hal yang jangan sampai tidak dilakukan pada saat kapanpun dan dimanapun Anda berada. Oke? 🙂

Sumber: Inspirasi dan gambar BLOB JUMP saya ambil dari RUNNING MAN/RM 152 dan RM 182 | Jakarta, -tulisan lama- 


Tulisan series saya mengenai patah tulang
Patah Tulang (tulisan pertama kali setelah patah tulang. Tahun 2014 saya lumayan rajin nulis. Entah itu di twitter, facebook dll. -termasuk di dalamnya blog ini- Semangat yang kala itu masih membara, kemudian semakin meredup sampai blog ini jarang update dan jarang dibelai. hehe. .)
Suntuk (tulisan kedua. Isinya jelasin rasanya suntuk buat orang yang patah tulang)
Mengenal Istilah Fraktur, Humerus, Sinistra dan ORIF (kalo misal mau penjelasan ilmiah apa yang saya alami)
Blob Jump (ini yang buat saya patah tulang. Permainan ini pernah ada di Running Man yang selalu buat saya ngilu kalo lihat. hehe. .)

Selamat membaca. 🙂

Mengenal Istilah Fraktur, Humerus, Sinistra dan ORIF


Saya sedang ingin sedikit menceritakan apa yang telah saya alami sebelumnya, patah tulang. Lucu juga saat menjadi golongan penderita fraktur tapi hanya diam saja tidak mencari-cari info tetek mbengek tentang itu sendiri. Berbekal ilmu SNSD (Sok Ngenal Sok Dekat) dan blasteran dengan pecicilanisme sedikit-sedikit saya cari tuh istilah-istilah, pengertian, dan blah blah blah tentang fraktur. Sumbernya gak jauh-jauh dari gugel, perawat yang menangani wound dehiscence yang saya alami sejak H+9 dan fisioterapi yang nekak-nekuk tangan saya. Continue reading “Mengenal Istilah Fraktur, Humerus, Sinistra dan ORIF”