Cerita Semut-semut Kosan yang Bergoyang


2 hari ini berkecimpung dengan perubahan kurikulum di kampus. Istilah kerennya, ekuivalensi kurikulum. Salah banget nih gak lulus cepet [sensor], akibatnya ya status saya jadi “romantika tingkat akhir, deritanya tiada tara”. Jam 10 lewat hari ini langsung meluncur menuju dosen wali. Wah, Harap-harap cemas deh rasanya, apalagi takut juga pas ketemu dosen wali terus kepleset tanya, “belum lulus ya mas?”. Jawaban terbaik yang bisa saya lakukan cuma *pasang muka nyengir ala boiben sambil lihat temen sebelah yang belum lulus. Maknyus deh. Open-mouthed smile

Continue reading “Cerita Semut-semut Kosan yang Bergoyang”

Perubahan 1 derajat akan berpengaruh terhadap 359 derajat berikutnya


Notes ini adalah notes yang dibuat pada waktu PDKT 2009. Sudah pernah di post di notes fb, dan berhubung melepas kerinduan dengan suasana PDKT, tidak ada salahnya saya post lagi di blog saya. Semoga bermanfaat!! 🙂

Kadang kita berpikir cepat, tentang arti sebuah perubahan. Perubahan kadang dilihat dari bagaimana kita berubah secara cepat (spontan), dengan hasil yang maksimal. Itu mungkin pemikiran yang ada dalam benak kita. Pernahkah kita melihat kembali tentang bagaimana cara kita berubah dari saat pertama kali dilahirkan hingga berjalan? Continue reading “Perubahan 1 derajat akan berpengaruh terhadap 359 derajat berikutnya”