Wahai, Saudariku!


Wahai saudariku, mungkin aku bukanlah lelaki yang selalu kuat mengartikan “bijak” akan nafsu. Maka aku mohon, jikalau engkau cantik, maka tundukkanlah kecantikanmu sedikit saja sembari aku belajar bagaimana memaknai nafsu itu dengan benar. Ketahuilah, hingga saat inipun aku tidak terlalu bijak untuk mengartikan hal itu.

Continue reading “Wahai, Saudariku!”

Ber-tuhankan Mata


Pembicaraan entah kapan: part 1
Eh, dia cantik ya. Lihat aja kulitnya. Putih, bersih, sawo matang. Keren deh pokoknya.
Eh, dia cantik ya. Tubuhnya langsing, tinggi semampai. Dia ideal banget buat saya.
Eh, dia cantik ya. Senyumnya manis, lesung pipitnya buat dia tambah manis.
Eh, dia cantik ya. Pake mobil pula.  Continue reading “Ber-tuhankan Mata”