5 “Pembunuh” Corporate Cultures


Membahas masalah budaya organisasi memang tidak ada habisnya. Ada yang menganggap budaya itu sepele, ada juga yang menjadikan “budaya itu harga mati. Jamaah bagian kedua ini tergambarkan oleh quotes dari Tony Hsieh yang mengatakan bahwa “for individuals, character is destiny. But for organizations, culture is destiny” (cited from Laporan Semester I-2016 Tim Budaya Lembaga Pengelola Dana Pendidikan)

culture
culture (http://www.industryweek.com/)

Disela-sela saya mencari mengenai corporate culture, saya menemukan artikel yang lumayan menarik dari Tim Hebert yang saya kutip langsung dari Blog Atrion tanpa merubah sedikitpun kalimat. Yang menurut saya penting, ada di bagian bold Continue reading “5 “Pembunuh” Corporate Cultures”

Blackbox Sistem Birokrasi


Selamat malam, langit sudah mulai gelap. –saatnya menulis

Buat saya pribadi berada di lingkungan kerjaan yang memang menganut paham “birokrasi-isme” rasanya sungguh luar biasa. Anak teknik yang memang terkadang gak suka yang namanya ribet apalagi banyak aturan eh malah sekali kecemplung ke kolam, kecemplungnya di kolam dengan sistem pengairan yang berjenjang. Hierarchy. Up to down level yang terkadang buat saya pribadi menilai pekerjaan satu jam bisa molor jadi pekerjaan satu hari.

Saya mengibaratkan birokrasi adalah black box. Black box saya ibaratkan “sistem birokrasi”. Karena memang black box, jadi kita sendiri tidak akan tahu di dalam bentuknya seperti apa. Seberapa panjang jalan informasinya, seberapa cepat kecepatan antar medianya, seberapa besar kapasitas penampungan informasi antara satu titik dengan titik yang lain dan yang lebih ngeri lagi tidak ada skema yang paten menjelaskan bagaimana birokrasi itu dibentuk. Sama seperti security sistem yang mempunyai enkripsi dari ribuan pola kriptografi modern saat ini. Banyak sekali. . Continue reading “Blackbox Sistem Birokrasi”