Masjid Raya Bandung dalam Potret Hitam Putih


Beberapa waktu lalu, saya ke Bandung. (Agak lamaan sih. hehehe). Nah, gak lengkap rasanya kalo main ke Bandung, tapi gak mampir di Masjid Raya Bandung. Menurut informasi, masjid ini didirikan tahun 1810 dan sudah mengalami beberapa kali perombakan. Yang terbaru, dan yang paling suka adalah pembangunan rumput sintetis sebagai “ruang terbuka hijau” bagi masyarakat. Kerasa banget dulu sebelum dan sesudah ada penataan pedagang. Sekarang, lebih segar, lebih bisa menjadi daya tarik wisata dan membuat halaman masjid menjadi tampak lebih modern. Lokasinya (klik) di Jalan Asia Afrika, searah dengan Gedung Merdeka dan Savoi Homann Bidakara Hotel. Menurut saya pribadi, untuk yang senang fotografi, lokasi Masjid Raya Bandung sangat bagus untuk candid explore dan drone. Karena biasanya banyak anak-anak main, anak-anak lari-lari, selfie sukaesih kw 2, sampe mbah-mbah yang dipijet juga ada. Plus viewnya mbois kalo dilihat dari atas pake drone. Hehe. .  Continue reading “Masjid Raya Bandung dalam Potret Hitam Putih”

Kekasih, sedang apa kau disana?


Kekasih, sedang apa kau disana?
Masih kah kau berkutat dengan tugas akhirmu yang seabrek itu?
Entah kenapa, sekarang langit bandung masih tetap sama. Merah merona langit, memerahkan setiap jalan menemani orang-orang sepulang kerja. Berbondong-bondong, dari arah buah batu, hingga dayeuh kolot tak pernah senggang dari motor-motor, mobil-mobil sampe bapak-bapak pendorong gerobak yang mungkin akan memasang tenda-tenda jualan malam ini. Macet, memang. Bandung seakan tak pernah rela sepi beranjak dari peraduan itu. Hujan sudah memudar perlahan. Jalan-jalan berdebu menandakan ia tak pernah bersentuhan dengan senyuman air Tuhan. Suasana kampus sudah berada seperti adanya. Semenjak berubah menjadi universitas, lingkungan kampusku menjadi ramai, mungkin sama halnya dengan kampus Ganesha di jalan Dago sana. Aku menulis ini, karena aku teringat sore itu, senyummu merona.

Continue reading “Kekasih, sedang apa kau disana?”