Asmaul Husna [mp3]


Biasanya, setiap kajian makrifatullah Aa Gym di DT selalu diawali dengan pembacaan Asmaul Husna sebelum memulai kajian. Dari sekian banyak versi yang tersebar di internet, tanya sana kemari, ngopi-ngopi di warung-warung. Akhirnya saya temukan satu mp3 yang paling enak *versi saya*. Versi yang dibawah ini, sama seperti yang di baca di kajian tersebut. Monggo, silahkan di download. Semoga bermanfaat. 🙂 
Continue reading “Asmaul Husna [mp3]”

Memahami Makna “Mencari” Rezeki


Terkadang orang berkata, atau mungkin memang ini kata yang seringkali muncul, adalah bahwa kita diperintahkan untuk mencari rezeki. Sejatinya, kata “mencari” itu adalah antara ada dan tiada. Bisa iya karena memang ada, atau memang benar-benar tidak ada, itu mutlak.

Jika kita disuguhkan dengan kata mencari rezeki, maka yang paling menjadi hal yang perlu digaris bawahi adalah sebenarnya kita diperintahkan untuk menjemput rezeki. Karena jika tadi kata “mencari” itu disebutkan berada antara ada dan tiada, tapi “menjemput” itu berarti pasti ada, hanya saja belum tentu bertemu saat itu juga.

Inspired from Agar Hidup Allah yang Ngurus ~ Aa Gym

Ciri Kedewasaan, Samakah?


Sampai sekarang sayapun masih bingung. Banyak pendapat, apa kriteria seseorang dapat di sebut dewasa. Ada yang bilang, Dewasa itu adalah “Seseorang yang tahu sebab dan akibatnya”, ada lagi Seseorang yang mampu mengambil keputusan, dan masih banyak lagi. Dibawah ini ciri kedewasaan yang di kemukakan oleh Aa Gym .

Ciri khas umat Dewasa diawali dengan Diam Aktif yaitu kemampuan untuk menahan diri dalam berkomentar. Orang yang memiliki kedewasaan dapat dilihat dari sikap dan kemampuannya dalam mengendalikan lisannya, seorang anak kecil, saudaraku apa yang dia lihat biasanya selalu dikomentari.

Orang tua yang kurang dewasa mulutnya sangat sering berbunyi, semua hal dikomentari, ketika dia melihat sesuatu langsung dipastikan akan dikomentari, ketika menonton televisi misalnya; komentar dia akan mengalahkan suara dari televisi yang dia tonton. Penonton tv yang dewasa itu senantiasa bertafakur, acara yang dia tonton senantiasa direnungkan tentunya acara yang bermanfaat) dan memohon dibukakan pintu hikmah kepada Allah, Subhanalloh. Continue reading “Ciri Kedewasaan, Samakah?”