Akal Hatimu


Ini tentang buku dan mungkin berhubungan dengan sedikit akalmu untuk berpikir. Coba sedikit relaksasikan pikiranmu sejenak, meski hanya untuk membaca. 

Coba kau pikir, jika sebuah buku tidak kau gunakan, lalu kau letakkan saja di satu tempat yang sama berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bertahun-tahun, apa yang akan terjadi? Apakah buku akan berubah menjadi “sesuatu yang lain“? Tidak kan? Atau seperti ini. –coba sedikit mengendorkan kalimat yang pertama tadi-, bisa jadi “mungkin” arti berubah menjadi “sesuatu yang lain” itu hanya memudar, berdebu, dimakan rayap atau bahkan bisa juga terkena tetesan hujan karena atap bocor! Tapi, tetap saja itu sebuah buku kan?  Continue reading “Akal Hatimu”

Kedatangan dan Kepergian


Kalian tahu apa perbedaan antara Kedatangan dan Kepergian?
Terkadang kepergian itu mengajarkan kepada kita arti “evaluasi diri” antara percaya dan dipercaya, antara menyukai dan disukai, antara membenci dan dibenci. Pun juga tidak berbeda dengan kedatangan. Disana kita juga diajarkan bagaimana “mengelola diri” untuk percaya dan dipercaya, menyukai dan disukai, membenci dan dibenci.
Lalu jika hal tersebut dibalik. Kedatangan mengajarkan arti “evaluasi diri” dan kepergian mengajarkan tentang “mengelola diri” juga masih klop toh? Sepertinya memang dua hal tersebut mengajarkan makna yang sama, namun dalam kondisi yang berbeda. Tapi, dalam kenyataannya, salah satu dari dua hal itu diagung-agungkan, sehingga menjadikan jarak antara keduanya semakin jauh. Satu meninggikan, satu menenggelamkan!!  Continue reading “Kedatangan dan Kepergian”

Apa Sebab Merindu?


#
Aku ingin belajar membaca, agar tahu sebab merindu.
Aku buka, tutup, buka kemudian ku tutup lagi beberapa lembaran buku dalam rak lemariku. Mungkin beribu-ribu kali hingga terkadang akupun lupa hitungan jemariku.

#
Dari a, b, c, d hingga selesai. Kemudian ku ulangi lagi, hingga bacaanku sempurna tanpa buku-buku itu.
Tapi tetap saja sama, sempurnaku selalu tak bisa bertemu sebab merindu.
Lalu ku coba arahkan untuk belajar mendengar, agar tahu sebab merindu.

#
Hari demi hari, ku lakukan hanya untuk mendengar kisah para pesakitan.
Mungkin orang mengira aku konsultan kehidupan, yang selalu punya senyum tanpa sedikitpun mengeluh dengan peluh. Menganggap aku sebagai seorang motivator level atas yang ‘fee’-nya ratusan juta rupiah sekali pentas. Waktuku sudah penuh dengan janji bertemu mereka tiap hari. Bahkan tidak jarang, pesakitan mereka pun karena bersemai rindu.
Mendengarnya tiap hari, sungguh melucu.  Continue reading “Apa Sebab Merindu?”

Raja Para Perubah


Bukan masalah lamanya waktu saja yang terkadang banyak orang pikir, semua bisa mengubah. Bahkan terkadang, “uang” selalu di eluk-elukan sebagai raja para perubah. Semua orang berpikir bahwa hanya orang ber-uang saja yang kuat, bukan pesakitan seperti kita, yang hanya berbicara saja, tapi tak merubah apa-apa. Seperti adanya “kita”, pun juga termasuk yang di media sana, para wakil kita, yang seandainya terbukti, lalu mengeluarkan kalimat mantra, “saya hanya manusia biasa“. Dan anehnya, semua percaya.  Continue reading “Raja Para Perubah”

Kepala Dua


Rencanamu bertumpuk-tumpuk jumlahnya kan? Terkadang Ada A, B, C hingga tak berujung dan tak menentu. *Dan anehnya*, satu minggu lagi, rencana itu berubah, jumlahnya sama, namun rencananya tak ada yang sama. Kalau dibilang labil, ah yang kutahu usiamu sudah kepala dua, kalau dibilang masih anak kecil, rasanya pun juga tak tepat. Lagi-lagi, yang menepis hanya satu, usiamu sudah kepala dua.   Continue reading “Kepala Dua”

Andai Cinta Adalah “Es”


Andai cinta adalah es.
Pasti selalu ada kehangatan yang akan melelehkannya
atau bahkan
selalu ada kekuatan untuk menjadikan dirinya tetap,
apa adanya.  Continue reading “Andai Cinta Adalah “Es””

#nomention #keepkalem: Keputusan Terbaik


cat: #nomention #keepkalem

Terkadang, keputusan terbaik adalah, “menerima“.

Bandung, 31 Maret 2013

#nomention #keepkalem: Kedatangan & Kepergian


cat: #nomention #keepkalem

Terkadang kepergian itu
mengajarkan kepada kita arti “evaluasi diri” antara percaya dan dipercaya, antara menyukai dan disukai, antara membenci dan
dibenci. Pun juga tidak berbeda
dengan kedatangan. Disana kita juga diajarkan bagaimana “mengelola diri” untuk percaya dan dipercaya, menyukai dan disukai, membenci dan dibenci.
Continue reading “#nomention #keepkalem: Kedatangan & Kepergian”

#nomention #keepkalem : Jurnal Skripsi Rectoverso


cat: #nomention #keepkalem

Ternyata memang sungguh berbeda, membaca rectoverso dibandingkan dengan jurnal-jurnal skripsi di perpustakaan kampus. #ngelusdada

Bandung, 26 Maret 2013

#nomention #keepkalem : Lembaran Baru.


#nomention #keepkalem

Akhirnya sudah ku tentukan dimana gelagat hidupku
pada belahan bumi yang berbeda. Bergerak beriringan,
Mengikis kokohnya bebatuan yang kian digerus aliran waktu satu demi satu.
Berjalan dari hulu ke hilir yang terkadang terasa ganas,
meremas-remas bahkan menghempas keras, hingga hancur berkeping-keping.
Tak tersisa. Tak satupun tersisa. Continue reading “#nomention #keepkalem : Lembaran Baru.”