Perspektif Pak Broto tentang Sosok Kultusan


sebelumnya baca ini dulu Katanya sudah di-kultus-kan

Dalam perspektif Pak Broto -yang saya pahami pas kapan waktu diskusi bareng dengan Pak Broto di pos satpam- gosip kompleks itu sumber terpercaya ketimbang tayangan tv jaman sekarang. Kalo ngomongin gosip, Pak Broto itu gak mau di panggil satpam. Maunya detektif kompleks ~Sudah macam detektif conan saja tapi dengan kearifan lokal~. Gimana gak gitu, dari masalah kampung sebelah, permasalahan politik pemancingan warga, konflik pemilihan ketua RW, sampai masalah bulan depan harga ayam potong naik Pak Broto jelas sudah khatam hipotesanya. 

Balik ke cerita sebelumnya.

Nah pas sedang jalan ke stasiun cikini buat naik KRL, saya iseng-iseng tanya masalah update gosip kompleks yang lagi hangat.

“Politisi itu mas, kacau sekarang! Apa-apa yang dilakukan itu selalu hubungannya sama politik. Sampai kadang bingung, ini niat bantu atau ini pura-pura bantu! Ini bego apa pura-pura bego. Ini muka baik atau emang pura-pura baik!”, sambil sebat sebatang rokok samsu di sela-sela jari tangan.

“Mas masih ingat, jalan depan kompleks ini kapan dibagusin?”. Saya bingung, belum saya jawab Pak Broto udah lanjut ngomong. 

“1 tahun sebelum pemilihan kades”. Tau kan arahnya kemana? Pun sekarang, dengan pandemi covid ini, disaat orang-orang pada bilang humanity over politics tapi toh mereka tetep melancarkan serangan-serangan yang nggateli tenan mas. Masalah penggiringan opini, conflict of interest, serangan dunia maya, sampe-sampe kemarin ada berita pejabat yang nutupin sticker bantuan kemensos jadi cover fotone dekne (fotonya dia -red) sambil manyun biar menampung empati warga. Ya ada.”

“Ditambah. Masyarakat ini sudah over reactive dengan sosok yang dia suka mas. Lagi-lagi matanya itu dibutakan oleh opini yang dasarnya hanya “suka” bukan “fakta”. Akibatnya sekali ada yang kritik si sosok itu, tangkisan balasannya dilakukan dengan membabi buta, entah itu salah e salah tok opo salah banget sikat habis dengan opini yang gak karuan ambyar e. Baper e melebihi buk-ibuk pas PMS.” 

Pak Broto ini kalo saya lihat memang ajib. Gak nyangka punya stok asumsi-asumsi publik yang rinci. Pantesan disaat orang-orang pas di pos satpam lihatnya Samudra Cinta, Pak Broto dengan tenang cuma duduk anteng lihat youtube BBC news sama Steve Harvey, sembari sesekali liat coveran mbak Woro Widowati “Dalan Liyane”. 

Sosok sudah benar-benar di kultuskan banget-banget. Berasa mereka sudah suci tanpa dosa. Akhire yo angel mas. Mau diomong nanti baper, gak ngomong di kira apatis. Kan lucu jadinya. Kok malah kita yang salah. Padahal nek sampeyan pengen tahu obrolan di pos, wih udah kemana-mana mas. Gak cuma bahas mbak-mbak pedagang lotek deket perumahan sebelah yang kalo nguleg sambil nyetel musik dangdut terus joget. Gak cuma itu!”

“Ah, santai ae pak”, aku sambil nyeletuk sembari Pak Broto buang putung sebatsnya. Terkadang kita perlu sedikit menyisihkan obrolan-obrolan kayak gitu biar hidup ini gak gedek. Santai kayak di pantai, selow kayak di pulow. Kan dulu Pak Broto pernah bilang, Dari kenangan kita belajar satu hal. Betapapun buruknya masa lalu, pada akhirnya kita tetap hidup disini, menikmati hari ini*. Nggih mboten? 🙂

Kita berdua cuma mlengos sambil cekikikan ngejar kereta arah Bogor yang sudah mau masuk peron.

* lupa ini kata siapa, kalo kalian ada yang tahu let me know yak. Cheers!

Menyemburui malam.
Bojong Gede, 30 April 2020.

Author: Triyoga AP

Salam kenal, panggil saja Yoga. Suka travelling dari dulu (kebanyakan solo backpacker). Suka fotografi (meskipun bukan profesional). Kadang-kadang mengisi waktu luang dengan naik gunung, camping ceria, gowes, trail running, sama woodworking. Di sela-sela kegiatan itu, saya juga masuk jamaah penyeduh kopi mandiri di rumah. Kebanyakan manual brewing. Semoga dapat bertemu di dunia nyata. Cheers!! :)

5 thoughts on “Perspektif Pak Broto tentang Sosok Kultusan”

  1. Jangan kuatir pak Broto, ini semua cuma konspirasi, nasib kita cuma jadi sapi yang disuruh milih tukang jagal 5 tahun sekali.

Leave a Reply to Triyoga AP Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s