Rinduku Memuai di Ujung Hari Itu


Rinduku memuai diujung hari itu. Namun, seandainya ia berubah menjadi bentuk yang lain –meski dengan api ku bakar rindu itu hingga menjadikannya abu-, aku tetap menyebutnya rindu. Bahkan tak sedikit orang berucap, rindu yang ku maksudkan itu memang abadi, meski sepintas ku rasakan, wujudnya berganti-ganti. Tapi ia tetap satu!!

#TandaTanya | Purwokerto, 13 Desember 2013

Author: Triyoga AP

Salam kenal, panggil saja Yoga. Suka travelling dari dulu (kebanyakan solo backpacker). Suka fotografi (meskipun bukan profesional). Kadang-kadang mengisi waktu luang dengan naik gunung, camping ceria, gowes, trail running, sama woodworking. Di sela-sela kegiatan itu, saya juga masuk jamaah penyeduh kopi mandiri di rumah. Kebanyakan manual brewing. Semoga dapat bertemu di dunia nyata. Cheers!! :)

9 thoughts on “Rinduku Memuai di Ujung Hari Itu”

Yuks!! Ngobrol di mari.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s