(Mungkin) Tuhan Menciptakan Cinta Memang untuk Membutakan


Banyak sekali yang menyebutkan cinta itu membutakan. Mungkin sebagian orang hanya mengambil kesimpulan ini karena banyak sekali melihat orang yang rela melakukan apapun “demi cinta“. Coba lihat sekeliling kita saja, teman-teman kita, saudara kita, atau bahkan kita sendiri menyadari tentang hal itu. Tidak salah memang, tapi saya punya definisi “Cinta Itu Membutakan” yang mungkin agak berbeda dari pandangan diatas. Sekarang coba pikirkan sejenak pandangan diatas sekali lagi.

Mungkin saja Tuhan Menciptakan Cinta Itu Memang Untuk Membutakan agar kita membutakan keburukan orang lain dan hanya memunculkan kebaikan mereka di mata kita. Buktinya, jika kita mencintai seseorang, bukankah kita juga menerima kekurangannya karena memang tak ada manusia yang sempurna di dunia ini? Atau mungkin bisa saja Tuhan lebih dulu membuat kebencian lalu membuat kecintaan untuk menggenapkannya? Bisa saja kan?
Mungkin saja Tuhan Menciptakan Cinta Itu Memang Untuk Membutakan agar lebih memberikan kita berpikir out of the box kebanyakan orang. Membutakan sebagian sisi, agar bisa memberikan kita waktu lebih untuk melihat sisi lain yang memang kebanyakan orang berpikir demikian. Memberikan harapan dengan melihat sebagian sisi itu bukanlah lebih baik, ketimbang kita hanya berpikir satu sisi saja karena kebanyakan orang berpikir seperti itu kan?
Mungkin saja Tuhan Menciptakan Cinta Itu Memang Untuk Membutakan agar kita punya ketenangan hati yang berbeda dari biasanya. Dengannya, bukankah kita lebih punya pandangan positif dari apapun? Bukankah dengan cinta, pondasi “kepercayaan” itu akan mudah untuk dibangun? Bukankah sesederhana itu ilmunya?
Mungkin saja Tuhan Menciptakan Cinta Itu Memang Untuk Membutakan agar bisa meruntuhkan tembok keangkuhan orang-orang “tertentu”. Banyak orang membangun keinsyafan karena cinta bukan?  –entah itu cinta dalam bentuk apapun ku rasa-. Preman, pecandu, gembong, pencuri, apapun itu terkadang menyatakan cinta dengan keinsyafan mereka. Mereka mulai membangun cinta disana. Mau berbentuk apapun, cinta tetaplah cinta kan?

Jadi, mungkin memang benar-benar adanya cinta itu membutakan. Kebetulan atau memang disengaja dibuat seperti itu, nikmati saja prosesnya. Semakin tua, biasanya punya definisi cinta yang berbeda-beda. Bahkan terkadang malah mendefinisikan kata itu lebih sederhana. Membutakan yang lebih sederhana emang bisa? Bisa kok. Mungkin karena memang awalnya cinta itu hanya punya definisi singkat. Apa? Cukup satu kata, “menerima“.

#tandatanya 😀
Bandung, 23 Oktober 2013

Author: Triyoga AP

Salam kenal, panggil saja Yoga. Suka travelling dari dulu (kebanyakan solo backpacker). Suka fotografi (meskipun bukan profesional). Kadang-kadang mengisi waktu luang dengan naik gunung, camping ceria, gowes, trail running, sama woodworking. Di sela-sela kegiatan itu, saya juga masuk jamaah penyeduh kopi mandiri di rumah. Kebanyakan manual brewing. Semoga dapat bertemu di dunia nyata. Cheers!! :)

23 thoughts on “(Mungkin) Tuhan Menciptakan Cinta Memang untuk Membutakan”

  1. Lama ndak kemari. kangen ngerusuh dimari 🙂

    Ga setuju dengan kalimat “Tuhan Menciptakan Cinta Itu Memang Untuk Membutakan”
    Bagaimanapun, cinta tetap indah selama dalam bingkai yang benar. Bingkai Rahman dan Rahiim-Nya.
    Tuh, kan. dateng langsung ngerusuh 😀

      1. blog sijine khusus nggo foto wae, lagian ra iso ngomong sekarepe dewe, wes terlanjur kakehan follower sik ra iso boso indonesia 😀

Yuks!! Ngobrol di mari.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s