Wahai, Saudariku!


Wahai saudariku, mungkin aku bukanlah lelaki yang selalu kuat mengartikan “bijak” akan nafsu. Maka aku mohon, jikalau engkau cantik, maka tundukkanlah kecantikanmu sedikit saja sembari aku belajar bagaimana memaknai nafsu itu dengan benar. Ketahuilah, hingga saat inipun aku tidak terlalu bijak untuk mengartikan hal itu.

Bandung, 18 Oktober 2012

Author: Triyoga AP

Salam kenal, panggil saja Yoga. Suka travelling dari dulu (kebanyakan solo backpacker). Suka fotografi (meskipun bukan profesional). Kadang-kadang mengisi waktu luang dengan naik gunung, camping ceria, gowes, trail running, sama woodworking. Di sela-sela kegiatan itu, saya juga masuk jamaah penyeduh kopi mandiri di rumah. Kebanyakan manual brewing. Semoga dapat bertemu di dunia nyata. Cheers!! :)

61 thoughts on “Wahai, Saudariku!”

  1. Cantik itu bisa di dapatkan dg menabur bedak di pipi dan menggores celak di ujung pelupuk mata, bang. Ooops, cantik itu soal selera. Kalau selera dari lidah sih bakal berkata cantik itu datangnya dari hati. Kalo seleranya dari mata, cantik itu yaa kaya begitu. 😀
    Salam id adha yaa bang dari Dara Aceh yang cuantik ini. :p

Leave a Reply to Fanny Novia Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s