Kesulitan Timbul Menyembul Batas


Kesulitan timbul menyembul batas, rintik hujan luruh sejuk menyejukkan. Gerakan kaki di ruangan sebelah itu, berisik, mengusik ketenangan berbalut hujan mengambang. Lalu, tiba-tiba seorang wanita datang kepadaku, akupun bertanya, “Kau Permaisuriku? Bukan?”, tunggulah di sana sebentar, tak perlu lama aku pasti datang.

Bandung, 25 September 2012 *sepanjangusiaperjalanan 🙂

Author: Triyoga AP

Salam kenal, panggil saja Yoga. Suka travelling dari dulu (kebanyakan solo backpacker). Suka fotografi (meskipun bukan profesional). Kadang-kadang mengisi waktu luang dengan naik gunung, camping ceria, gowes, trail running, sama woodworking. Di sela-sela kegiatan itu, saya juga masuk jamaah penyeduh kopi mandiri di rumah. Kebanyakan manual brewing. Semoga dapat bertemu di dunia nyata. Cheers!! :)

119 thoughts on “Kesulitan Timbul Menyembul Batas”

  1. tertunduk ku penuhi pintamu, ku akan kembali ke tempatku dan menunggumu…
    meski hati dan jiwaku teramat ingin dekat denganmu,namun aku akan menunggu…
    hingga tiba waktu itu

    aku akan disini,..bermain dan menikmati hujanku, hingga kuyub ragaku.. :mrgreen:

      1. engkaulah yang sejak awal bermain dengan hujan,..
        aku hanya menyertaimu,..
        hanya membersamaimu,..
        namun,..tahu pun engkau enggan..
        😆

  2. ahahaaaay,
    “Kau Permaisuriku? Bukan?”
    itu maksudnya “kau permaisuriku bukan?” atau kalimat penegasan “kau bukan permaisuriku?”

    “Aaah, lamaa sekali permaisuri ini harus menunggu, dalam hati ia berkata “kalau sudah sampai disini pangeranku, akan kugigit dia >.< "
    hihihiiiiiiiiii

      1. Imajinasi juga ratu paling baik. Hihihi

        Loh kenapa kenapa? Bukannya bu dosen ini banyak ide yak? Tak liat dari lapak MP yang lalu?
        Tulisanmu saya tunggu2 nih kakak.

        Saya ambil ilmu dari salah satu MLM. Begini kata-katanya, “If you down lets go up, if you up lets go down”, begitu juga dengan nulis. Di charge dulu nih semangatnya.

      2. semangaaaaat gelaaaaaaaa.. mentang2 yang dari mengejar cinTAh :D.. uhuuuuyyyy.. uhuuuuuy *siulsiul*

        okeeeeh…
        fiiineeee…
        alraaaiiiggghhhh…

        demi kamu,ga…
        demi kamu aku nulis
        *pasangkopiah*

      3. Jelesssss kenapa mbak?

        Saya baru bisa masukin ke artikel yang saya buat nih mbak. Kalo pas komen di artikel punya orang belum nemu. Hehe
        *etaaaaaaaaaaapi, bukannya dulu udah pernah kita bahas yak?

Yuks!! Ngobrol di mari.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s